bermain di antara lini tengah dan striker utama. Perannya bukan sekadar mencetak gol, tetapi juga menghubungkan permainan: membuka ruang, memberi umpan kunci, menekan bek lawan, dan “membuat orang lain terlihat lebih berbahaya”. Karena definisinya bisa berbeda tergantung era dan sistem (4-4-2, 4-4-1-1, 4-2-3-1, hingga 4-3-1-2), daftar ini menilai pengaruh secara kombinasi: kualitas teknis, konsistensi di level tertinggi, dampak pada tim/era, serta jejak taktik—bukan hanya jumlah gol.
Kriteria Pemilihan (Agar Transparan & Bertanggung Jawab)
Artikel ini memakai beberapa tolok ukur yang relatif adil lintas generasi:
- Peran second striker yang jelas: sering bermain di belakang/di samping target man atau nomor 9.
- Dampak pertandingan besar: tampil menentukan di liga elite, turnamen Eropa, atau level tim nasional.
- Kelengkapan kontribusi: gol + assist + kreasi peluang + pergerakan tanpa bola.
- Pengaruh taktik & warisan: mengubah cara tim bermain atau menjadi referensi untuk peran serupa.
1) Roberto Baggio — Seniman yang Menghubungkan Tim

Roberto Baggio adalah contoh klasik second striker yang menggabungkan kreativitas gelandang serang dengan insting penyerang. Dalam banyak fase kariernya (khususnya di Serie A era 1990-an), Baggio kerap bermain di belakang penyerang utama: bebas bergerak, mencari ruang di half-space, dan mengirim umpan terobosan yang memecah pertahanan rapat.
Mengapa sangat berpengaruh?
- Kecerdasan posisi: Baggio ahli “menghilang” dari pengawalan lalu muncul di area berbahaya.
- Kualitas keputusan: ia tidak memaksakan tembakan; ia memilih opsi terbaik—umpan, dribel, atau finishing.
- Daya tarik struktural: kehadirannya membuat bek mundur setengah langkah—cukup untuk membuka ruang bagi striker lain.
Nilai tambah khas second striker:
Baggio bukan target man, bukan juga winger murni. Ia adalah jembatan—menciptakan alur serangan dari tengah ke kotak penalti tanpa kehilangan ancaman gol.
2) Alessandro Del Piero — Second Striker Modern yang Klinis

Del Piero dikenal lewat “zona Del Piero”: area kiri depan kotak penalti tempat ia bisa melepaskan tembakan melengkung. Namun, esensi perannya sering lebih dekat ke second striker daripada striker tunggal. Ia nyaman bermain di belakang nomor 9, menerima bola di sela lini, lalu menyerang ruang.
Mengapa masuk daftar?
- Finishing elite + teknik tinggi: Del Piero bisa mencetak gol dari peluang kecil—ciri second striker top.
- Mobilitas & kombinasi: ia kuat dalam one-two, menarik bek keluar, lalu menyerang celah.
- Konsistensi di level tertinggi: bertahun-tahun menjadi pusat permainan ofensif Juventus, termasuk di Eropa.
Warisan taktik:
Del Piero menegaskan bahwa second striker tidak harus “hanya kreator”. Ia bisa menjadi finisher kedua yang sama mematikannya dengan striker utama.
3) Dennis Bergkamp — Playmaker di Tubuh Penyerang

Bergkamp sering disebut penyerang, tetapi gaya mainnya—menjemput bola, memantulkan umpan, dan mengatur tempo di sepertiga akhir—sangat identik dengan second striker. Ia bukan penyerang yang hidup dari sprint panjang; ia hidup dari kontrol ruang dan kontrol bola.
Alasan pengaruhnya besar:
- Sentuhan pertama & orientasi tubuh: membuat bola “lengket” dan selalu menghadap opsi progresif.
- Membuat rekan setim lebih tajam: striker di depannya (atau winger di sampingnya) mendapat umpan dengan kualitas tinggi.
- Ketenangan di momen penting: Bergkamp mengeksekusi dengan kepala dingin—baik assist maupun gol.
Nilai khas second striker:
Bergkamp adalah contoh ideal “penyerang yang berpikir seperti gelandang”. Ia memecah pertahanan bukan hanya dengan dribel, tetapi dengan keputusan dan timing.
4) Wayne Rooney — Second Striker yang Mengangkat Intensitas Tim

Rooney adalah paket langka: fisik kuat, agresif, berani, dan teknis. Meski mampu bermain sebagai striker utama, peran yang sangat mencerminkan second striker terlihat ketika ia mendampingi nomor 9: turun mengambil bola, menekan lawan, lalu menyerang kotak penalti sebagai gelombang kedua.
Mengapa berpengaruh?
- Versatilitas tinggi: bisa jadi kreator, pemantul bola, penekan pertama, sekaligus penyelesai.
- Transisi mematikan: Rooney kuat dalam serangan balik—membawa bola dari tengah ke area tembak.
- Kerja tanpa bola: ia “membakar” ritme lawan lewat pressing dan duel.
Dampak terhadap peran second striker:
Rooney mempopulerkan gambaran second striker modern yang bukan hanya teknisi, tetapi juga mesin intensitas. Ia menunjukkan bahwa kontribusi tanpa bola bisa setara pentingnya dengan gol.
5) Antoine Griezmann — Second Striker Era Taktik & Presisi

Griezmann adalah contoh second striker modern yang sangat taktikal. Ia cerdas memilih posisi di antara lini, piawai dalam kombinasi cepat, dan rajin membantu fase bertahan. Pada level klub dan tim nasional, ia sering menjadi pemain “penghubung” yang membuat sistem berjalan: menekan, turun mengalirkan bola, lalu muncul di momen akhir.
Alasan masuk daftar:
- Kecerdasan ruang (spatial intelligence): tahu kapan melebar, kapan menusuk, kapan menarik bek.
- Kontribusi dua arah: tak hanya menyerang, tetapi juga menutup jalur umpan dan melakukan pressing terukur.
- Produktivitas + kreativitas: mampu mencetak gol sekaligus memberi umpan matang.
Warisan modern:
Griezmann merepresentasikan second striker era sekarang: hybrid antara penyerang, gelandang serang, dan pekerja taktik.
Apa yang Membuat Second Striker “Terbaik” Itu Spesial?
Second striker terbaik biasanya punya 4 ciri utama:
- Membaca ruang lebih cepat daripada lawan
Mereka bergerak sebelum celah terlihat jelas. - Teknik kontrol & umpan di area sempit
Karena mereka sering menerima bola di “zona padat”. - Finishing efisien
Mereka bukan striker utama, tapi tetap harus menghukum kelengahan. - Sinkron dengan striker utama
Second striker hebat membuat duet terasa “nyambung”: satu menarik perhatian, satu memanfaatkan ruang.
Perbandingan Singkat (Ringkas & Praktis)
- Baggio: kreativitas + dribel + visi (seniman penghubung).
- Del Piero: second striker yang sangat klinis (finisher + kombinasi).
- Bergkamp: playmaker penyerang (kontrol ruang & keputusan).
- Rooney: intensitas + fisik + kreativitas (modern & komplet).
- Griezmann: taktik + presisi + kontribusi dua arah (era sekarang).
Penutup
Menyebut “5 second striker terbaik sepanjang sejarah” selalu mengandung perdebatan karena peran ini berubah mengikuti taktik dan era. Namun satu hal konsisten: second striker kelas dunia selalu membuat tim bermain lebih hidup. Mereka adalah pemain yang menghubungkan ide dengan eksekusi—antara kreativitas dan penyelesaian—dan sering menjadi pembeda ketika pertandingan tidak memberi ruang.
