Dalam sejarah sepak bola, tidak semua pemain hebat mendapatkan sorotan yang sepadan dengan kontribusinya. Pemain underrated terbaik sepanjang sejarah sepak bola sering kali menjalankan peran krusial di lapangan, namun kontribusi tersebut tidak selalu tercermin dalam statistik gol atau popularitas media. Sebagian dari mereka bekerja dalam senyap, menjaga keseimbangan tim, membaca permainan, dan menentukan hasil pertandingan tanpa banyak pengakuan publik. Karena itulah, pembahasan mengenai pemain underrated terbaik sepanjang sejarah sepak bola menjadi penting untuk memahami nilai kontribusi yang kerap terlewatkan dalam narasi sepak bola arus utama.
Kriteria Penilaian Pemain Underrated
Sebagai dasar penilaian, artikel ini menggunakan kriteria berikut untuk menjaga objektivitas dan tanggung jawab informasi:
- Peran penting yang sering luput dari sorotan utama
- Konsistensi di level tertinggi (klub dan/atau tim nasional)
- Pengaruh taktis terhadap sistem permainan
- Warisan peran bagi generasi berikutnya
- Pengakuan internal tim yang lebih besar daripada popularitas global
1. Claude Makélélé – Fondasi Sepak Bola Modern

Claude Makélélé adalah contoh paling jelas dari pemain underrated. Selama bertahun-tahun, perannya sebagai gelandang bertahan sering dianggap “tidak spektakuler”. Namun, justru di situlah letak kehebatannya.
Makélélé mendefinisikan ulang peran gelandang bertahan modern: menjaga keseimbangan tim, memutus serangan lawan, dan memastikan pemain kreatif bisa bermain bebas. Oleh sebab itu, kontribusinya yang konsisten mendorong lahirnya istilah “peran Makélélé” dalam sepak bola modern..
Mengapa underrated:
Sebaliknya, walau kontribusi gol dan assistnya terbatas, kehadirannya secara konsisten memperkuat stabilitas tim di luar catatan statistik populer.
2. Dennis Irwin – Konsistensi Tanpa Sensasi

Dennis Irwin adalah bek kiri yang hampir tidak pernah masuk daftar pemain terbaik dunia, meskipun ia menjadi bagian penting dari era dominasi Manchester United. Ia tampil konsisten, jarang melakukan kesalahan fatal, dan mampu bermain efektif di berbagai sistem.
Irwin bukan pemain yang mencolok secara visual, tetapi pelatih dan rekan setim sangat menghargai keandalannya. Ia mampu bertahan dengan disiplin sekaligus mendukung serangan secara efisien.
Nilai utama:
Irwin menunjukkan bahwa konsistensi jangka panjang sering kali lebih berharga daripada momen spektakuler sesaat.
3. Gaetano Scirea – Elegansi yang Terlupakan

Gaetano Scirea adalah bek yang memimpin dengan ketenangan dan kecerdasan, bukan agresivitas. Namun demikian, di tengah anggapan bahwa bek identik dengan permainan keras, Scirea justru menonjol melalui pembacaan permainan yang presisi dan disiplin tinggi.
Sebagai bagian dari generasi emas Italia dan Juventus, Scirea memiliki pengaruh besar dalam menjaga struktur pertahanan. Namun, gaya mainnya yang tenang membuatnya kurang menonjol di mata publik luas.
Mengapa underrated:
Ia tidak menciptakan kontroversi atau aksi dramatis, tetapi justru menghadirkan stabilitas yang membuat tim berfungsi optimal.
4. Xabi Alonso – Pengatur Tempo yang Sering Terlewat

Dalam konteks tersebut, Xabi Alonso menonjol sebagai gelandang dengan visi yang tajam dan distribusi bola presisi. Meski begitu, perannya kerap berada di bawah bayang-bayang rekan setim yang lebih ofensif atau lebih populer.
Alonso mengontrol ritme pertandingan, menentukan kapan tim mempercepat atau memperlambat permainan. Ia menjadi pusat distribusi bola dan penentu keseimbangan antara bertahan dan menyerang.
Dampak taktis:
Tanpa Alonso, struktur permainan sering kehilangan arah. Kontribusinya terasa paling jelas saat ia absen—sebuah ciri klasik pemain underrated.
5. Gerd Müller – Efisiensi yang Sering Direduksi Angka

Gerd Müller sering dikenang sebagai pencetak gol ulung, tetapi cara publik memandangnya kerap menyederhanakan kontribusinya hanya pada angka. Padahal, Müller adalah pemain dengan kecerdasan posisi luar biasa, pergerakan tanpa bola yang presisi, dan efektivitas tinggi di ruang sempit.
Dalam konteks permainan tim, Müller tidak hanya mencetak gol, tetapi juga membuka ruang bagi rekan setim. Namun, gaya mainnya yang sederhana membuat sebagian orang meremehkan kompleksitas kontribusinya.
Mengapa bisa dianggap underrated:
Karena fokus berlebihan pada jumlah gol sering menutupi nilai taktis dan kecerdasan bermainnya.
Benang Merah Pemain Underrated
Dari kelima pemain di atas, terdapat pola yang konsisten:
- Mereka mengutamakan fungsi tim dibanding sorotan individu
- Kontribusi mereka sering terasa paling besar saat tidak ada
- Mereka menjadi fondasi sistem, bukan pusat perhatian
Pemain underrated biasanya tidak mendominasi tajuk utama, tetapi pelatih dan rekan setim sangat menyadari nilai mereka.
Mengapa Pemain Underrated Penting dalam Sepak Bola?
Sepak bola modern menuntut keseimbangan. Tanpa pemain yang menjalankan peran “sunyi”:
- Sistem permainan menjadi rapuh
- Pemain bintang kehilangan ruang dan waktu
- Konsistensi jangka panjang sulit dicapai
Sebagai konsekuensinya, pemain underrated sering menjadi faktor penentu keseimbangan tim dalam meraih keberhasilan bersama.
