Gelandang bertahan terbaik sepanjang masa memegang peran krusial sebagai penyeimbang tim dalam sejarah sepak bola. Posisi ini tidak selalu mencuri perhatian melalui gol atau assist, namun kontribusinya sangat menentukan stabilitas permainan, kelancaran transisi dari bertahan ke menyerang, serta konsistensi performa tim dalam jangka panjang. Berdasarkan pengaruh taktis, kecerdasan bermain, konsistensi, dan dampak historis, sejumlah pemain di lini tengah bertahan kerap dinilai memiliki peran paling menentukan dalam membentuk kekuatan sebuah tim
1. Claude Makélélé

Nama Claude Makélélé hampir identik dengan posisi gelandang bertahan modern. Perannya begitu fundamental hingga lahir istilah “Makélélé role”, yang menggambarkan gelandang bertahan dengan fokus utama pada perlindungan lini belakang, pemutusan serangan lawan, dan distribusi bola sederhana namun efektif.
Makélélé menunjukkan bahwa posisi ini tidak harus dominan dalam statistik ofensif untuk memberi dampak besar. Dengan positioning yang presisi, disiplin tinggi, dan pemahaman ruang yang kuat, ia mengubah cara pelatih menilai pentingnya pemain nomor enam. Banyak sistem modern menjadikan perannya sebagai fondasi keseimbangan tim.
2. Lothar Matthäus

Lothar Matthäus dikenal sebagai gelandang komplet, tetapi dalam fase penting kariernya ia tampil sebagai pemain dengan pengaruh besar. Ia memadukan kekuatan fisik, kecerdasan taktis, dan kemampuan membaca permainan secara menyeluruh.
Keunggulan Matthäus terletak pada fleksibilitas peran. Ia mampu menjaga kedalaman lini tengah, memutus alur serangan lawan, lalu segera mengalirkan bola ke depan. Kontribusinya menunjukkan bahwa gelandang bertahan bisa menjadi pemimpin lapangan yang mengontrol tempo sekaligus menjaga struktur tim.
3. Sergio Busquets

Sergio Busquets merepresentasikan posisi tersebut dengan pendekatan intelektual. Ia jarang melakukan tekel keras yang mencolok, tetapi membaca permainan satu langkah lebih cepat dibanding lawan. Melalui positioning yang cerdas, Busquets sering mematikan serangan sebelum benar-benar berkembang.
Pengaruh Busquets terlihat pada cara sepak bola modern memandang peran gelandang bertahan sebagai pengatur tempo dari lini belakang. Ia tidak hanya bertahan, tetapi juga menjadi penghubung utama antara lini pertahanan dan lini kreatif. Perannya menegaskan bahwa kecerdasan taktis sama pentingnya dengan kekuatan fisik.
4. Dunga

Dunga membawa wajah berbeda dari gelandang bertahan Brasil. Di tengah reputasi Brasil sebagai tim menyerang, Dunga tampil sebagai figur disiplin, agresif, dan berorientasi keseimbangan. Ia menjadi simbol bahwa kesuksesan tim tidak hanya bergantung pada kreativitas, tetapi juga pada struktur dan kedisiplinan.
Sebagai gelandang bertahan, Dunga berperan penting dalam menjaga stabilitas tim, memimpin rekan-rekannya, dan memastikan transisi berjalan rapi. Pengaruhnya terasa kuat dalam konteks kepemimpinan dan mentalitas, dua aspek yang sering luput dari sorotan statistik.
5. N’Golo Kanté

N’Golo Kanté merepresentasikan gelandang bertahan modern dengan intensitas tinggi. Ia dikenal karena jangkauan area yang luas, stamina luar biasa, dan kemampuan merebut bola secara konsisten. Kanté menunjukkan bahwa dia bisa menjadi motor utama dalam fase bertahan dan transisi cepat.
Pengaruh Kanté terletak pada kemampuannya menutup banyak ruang sekaligus, sehingga memberi kebebasan bagi pemain lain untuk lebih ofensif. Ia memperkuat persepsi bahwa gelandang bertahan modern harus adaptif, dinamis, dan mampu berkontribusi di berbagai fase permainan.
Kesimpulan
Kelima pemain di atas menunjukkan bahwa gelandang bertahan adalah fondasi tak terlihat dari kesuksesan tim. Dari Makélélé yang merevolusi peran nomor enam, hingga Kanté yang membawa intensitas modern, masing-masing memberikan kontribusi unik sesuai konteks zamannya.
Secara bertanggung jawab, penting dipahami bahwa peran ini selalu berkembang mengikuti tuntutan taktik dan fisik permainan. Namun, satu hal tetap konsisten: tanpa gelandang bertahan yang berkualitas, keseimbangan tim akan sulit tercapai. Oleh karena itu, pengaruh mereka layak ditempatkan sejajar dengan posisi-posisi yang lebih sering mendapat sorotan.
