Sepanjang sejarah sepak bola, posisi sayap kanan telah melahirkan pemain-pemain yang bukan hanya unggul secara teknis, tetapi juga mengubah cara tim menyerang dan membentuk standar baru dalam permainan. Berdasarkan pengaruh taktis, kualitas individu, konsistensi performa, serta dampak jangka panjang terhadap sepak bola, lima nama berikut sering dipandang sebagai sayap kanan paling berpengaruh dan terbaik sepanjang masa.
1) Lionel Messi — Evolusi Winger Kanan Menjadi Mesin Kreatif & Gol

Meski memiliki kemampuan serba bisa, Lionel Messi membangun fondasi kejayaannya dengan memulai peran dari sisi kanan penyerangan. Dari posisi ini, ia menggabungkan dribel jarak pendek, visi bermain, dan kemampuan mencetak gol dengan efisiensi tinggi.
Pengaruh Messi terletak pada transformasi peran sayap kanan. Ia tidak hanya melebar dan mengirim umpan, tetapi juga menjadi pusat kreativitas tim. Model winger yang mampu berperan sebagai kreator sekaligus pencetak gol utama kemudian menjadi acuan sepak bola modern. Konsistensi performa Messi selama lebih dari satu dekade memperkuat posisinya sebagai figur paling berpengaruh dalam evolusi winger kanan.
2) Garrincha — Ikon Dribel Winger Kanan yang “Mengubah Emosi Stadion”

Garrincha adalah definisi klasik sayap kanan murni. Ia menunjukkan kemampuan dribel satu lawan satu yang eksplosif, menghadirkan gerak tak terduga, serta berani menantang bek berkali-kali tanpa kehilangan kepercayaan diri.
Pengaruh Garrincha tidak hanya tercermin dari prestasi tim, tetapi juga dari cara ia menghibur dan memecah struktur pertahanan lawan. Dalam konteks taktis, Garrincha membuktikan bahwa seorang winger kanan dapat menjadi senjata utama tim, bahkan tanpa harus terlibat langsung dalam proses build-up yang kompleks. Hingga kini, banyak pihak menjadikannya sebagai tolok ukur winger kanan tradisional.
3) Sir Stanley Matthews — Standar Profesionalisme & Winger Kanan “Old-School”

Sir Stanley Matthews mewakili era awal sepak bola profesional dengan standar etika dan kualitas teknis yang tinggi. Matthews bermain sebagai sayap kanan dengan mengandalkan kontrol bola, timing yang tepat, serta kecerdasan membaca permainan, bukan kecepatan semata..
Pengaruhnya bersifat jangka panjang. Matthews menunjukkan bahwa winger kanan dapat mempertahankan performa elit dalam waktu lama melalui disiplin dan profesionalisme. Ia juga memperkuat persepsi bahwa kontribusi sayap kanan tidak selalu diukur dari gol, melainkan dari kemampuan menciptakan keunggulan posisi dan peluang bagi tim.
4) George Best — Winger Kanan yang Menyatukan Skill, Kecepatan, dan “Star Power”

George Best dikenal sebagai sayap kanan dengan gaya bermain atraktif dan penuh improvisasi. Ia memadukan kecepatan, teknik tinggi, serta naluri menyerang yang kuat. Best bukan hanya kreator, tetapi juga finisher yang efektif.
Pengaruh George Best terasa dalam dua aspek. Secara teknis, ia memperluas peran winger kanan sebagai ancaman langsung ke gawang. Secara kultural, ia menjadi simbol bahwa pemain sayap bisa memiliki daya tarik global dan pengaruh di luar lapangan. Hal ini membuka jalan bagi generasi winger yang tidak hanya dinilai dari kontribusi taktis, tetapi juga dari daya tarik personal.
5) Arjen Robben — Cetak Biru Inverted Winger Kanan Modern

Arjen Robben adalah contoh paling jelas dari inverted winger kanan. Bermain di sisi kanan dengan kaki dominan kiri, Robben terkenal dengan pola khas: menggiring bola ke dalam dan melepaskan tembakan akurat.
Pengaruh Robben bersifat struktural. Banyak tim modern mengadaptasi sistem yang memberi ruang bagi winger kanan untuk masuk ke area tengah, sementara fullback mengambil peran melebar. Konsistensi Robben dalam menciptakan peluang dan momen krusial membuktikan bahwa pola yang “mudah ditebak” tetap efektif jika dieksekusi dengan kualitas elite.
Kesimpulan
Kelima pemain di atas menunjukkan bahwa sayap kanan bukan sekadar posisi pendukung, melainkan peran strategis yang mampu mengubah arah permainan. Dari Garrincha yang mewakili winger klasik, hingga Robben dan Messi yang merepresentasikan evolusi modern, posisi ini terus berkembang mengikuti tuntutan taktik dan atletisme.
Secara bertanggung jawab, penting dipahami bahwa sepak bola adalah olahraga kolektif. Kehebatan seorang sayap kanan selalu dipengaruhi konteks tim, era, dan sistem permainan. Namun demikian, kontribusi dan pengaruh para legenda ini tetap menjadi referensi utama dalam memahami bagaimana posisi sayap kanan membentuk sejarah sepak bola dunia.
